Awas Pencurian Cryptocurrency Melonjak

Salah satu cryptocurrency yang berkembang pesat saat ini adalah non fungible token (NFT) sehingga tak heran bila NFT telah menjadi sasaran para pelaku kejahatan siber. Foto: Instagram nonfungibletoken.updates
Salah satu cryptocurrency yang berkembang pesat saat ini adalah non fungible token (NFT) sehingga tak heran bila NFT telah menjadi sasaran para pelaku kejahatan siber. Foto: Instagram nonfungibletoken.updates

LapakmusikNews.com – Pihak perusahaan keamanan siber Kaspersky menngingatkan bahwa kejahatan siber yakni pencurian akan semakin masif seiring kian berkembangnya bisnis cryptocurrency di jagad maya.

Salah satu cryptocurrency yang berkembang pesat saat ini adalah non fungible token (NFT) sehingga tak heran bila NFT telah menjadi sasaran para pelaku kejahatan siber.

Belum lama ini seorang kolektor NFT dan pemilik galeri seni yang berbasis di New York, Todd Kramer, dilaporkan menjadi korban pencurian hacker.

Baca juga: Untung Besar Raup Cuan Miliaran Rupiah Berkat Jualan Foto Selfie

Dalam beberapa tweet yang saat ini telah dihapus, Kramer mengklaim, dia mengalami peretasan.

Akibatnya, koleksi NFT miliknya dari Bored Ape Yacht Club dan Mutant Ape Yacht Club telah dicuri.

Nilainya tidak main-main yakni sekitar US$2 juta atau sekitar Rp28,5 miliar.

Baca juga: Begini Fitur Baru WhatsApp untuk Berbagi Video dan Gambar

“Kita akan melihat lebih banyak insiden pencurian properti NFT di tahun-tahun mendatang.”

“Menjadi daerah yang benar-benar baru akan hal ini, maka akan dibutuhkan lebih banyak penyelidik yang terampil mengatasi gelombang awal serangan semacam itu,” ungkap Direktur Global Research & Analysis Team (GReAT) untuk Asia Pasifik di Kaspersky, Vitaly Kamluk, belum lama ini.

Selain itu, para ahli dari perusahaan keamanan siber global memperkirakan serangan ini tidak hanya akan berdampak pada pasar cryptocurrency global, juga harga saham masing-masing perusahaan.

Hal ini juga berpotensi akan dimonetisasi oleh para pelaku kejahatan siber melalui perdagangan ilegal pasar saham di dunia maya. ***